Pembuka Botol

Manusia adalah tubuh dan jiwa…

Maka dalam hal ini botol adalah tubuh, dan air adalah apa yang dikandung oleh tubuh tersebut…


Air sudah tertampung di dalam botol sebelum botol minuman dikemas dan didistribusikan.

Seperti itu pula Allah meniupkan ruh sebelum manusia dikeluarkan dari rahim ibunya.

Air sudah ada pada diri kita, tapi seperti layaknya minuman botol yang tak bisa dinikmati bila tutupnya belum dibuka, begitu pula manusia.

Tulisan ini bukan tulisan tentang cara membuka botol, namun lebih pada mencari pembuka botol itu sendiri.

Nyelip dimana? Tempat mana yang belum dicari?


Tulisan ini ditulis oleh seekor ayam yang (semoga) dari pantatnya keluar intan diantara kotorannya.

Sehingga sudah tidak penting lagi ayamnya, karena terlanjur silau oleh intannya. Karena intan tetaplah intan darimana pun datangnya.


Tulisan ini ditulis oleh ayam yang ingin belajar terbang…

Semenjak melihat rajawali jauh di atas kepalanya…


Tulisan ini diperuntukkan bagi sesama ayam yang ingin belajar terbang walaupun dikatakan tak mungkin.

Atau bagi rajawali yang terbang mengitar dengan segala pesonanya, tapi lupa caranya untuk mendarat.

Atau bagi burung phoenix yang berkenan membagi sedikit cahaya dari bulu apinya, pada seekor ayam yang pantatnya lecet karena intan.


Semoga Tulisan ini bisa bermanfaat…

atau setidaknya… semoga menyenangkan…

Tapi yang pasti…. semoga Allah berkenan…

Wasalam…

Ayam

Laman

Kamis, 23 Juni 2011

Bawalah Kitab Sejenis Bila Kau Mampu

Budha bicara tentang ketiadaan sang aku, karena sang aku memang begitu rancu
Ilmu pengetahuan bicara, setiap detiknya pikaran manusia ada 60ribu
Seolah-olah dalam satu jam, seluruh manusia dari seluruh dunia terkumpul
tambah satu jam lagi, maka para jin pun hadir di situ

Banyak suara dalam satu kepala, suara siapa sajakah itu?
Bila itu semua adalah suaraku, maka siapakah sebenarnya aku ?

Bila kamu orang yang benar, maka bawalah kitab yang sejenis bila kau mampu
namun niscaya takkan mampu,
bila kau kumpulkan seluruh manusia dan jin yang bicara dengan suara gaduh

Terlalu banyak suara,
Suara sejatimu tak kau kenali,
bagaimana mungkin kau kenali dirimu

Tapi bila kamu orang yang benar, yang telah menemukan hakekat dirimu,
yang tak lain adalah nafas-Nya yang tertiup dalam usia janinmu

Maka redamlah  semua suara palsu,
dan nafasnya akan mewujud sebagai wahyu
Dan bawalah kitab sejenis bila kau mampu...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar